Selamat Datang di blog tentang KESEHATAN,

Maret 05, 2011

Kenali Gejala dan Resiko Diabetes sejak Dini

Diabetes termasuk sebagai salah satu penyakit yang menjadi momok dalam kehidupan kita sehari-hari. Selain karena dapat muncul diam-diam, diabetes juga merupakan sebuah penyakit yang dapat diturunkan secara genetis. Sebagai pedoman kita perlu memahami jenis, gejala, pemeriksaan dan perawatan diabetes.

Diabetes dapat disebabkan oleh terlalu sedikitnya insulin yang dimiliki tubuh, atau resistensi (penolakan tubuh) terhadap insulin. Insulin adalah hormon yang dihasilkan oleh pankreas. Fungsinya untuk mengontrol gula darah.

Diabetes terbagi dalam 3 (tiga) jenis utama :

Diabetes Tipe 1. Biasanya terdiagnosis pada masa kanak-kanak.  Pada diabetes jenis ini tubuh membuat sedikit insulin atau tidak mampu memproduksi insulin sama sekali. Suntikan insulin harian diperlukan untuk mengatasinya. Penyebab pasti penyakit ini tidak diketahui, bisa dari faktor genetik, virus atau masalah kekebalan otomatis (autoimun). Gejala diabetes tipe 1 biasanya berupa : kelelahan, peningkatan rasa haus, peningkatan buang air kecil, mual-mual, muntah dan penurunan berat badan walaupun nafsu makan meningkat. Pasien diabetes tipe 1 bisanya mengalami gejala dalam waktu singkat. Kondisi mereka seringkali terdiagnosis dalam keadaan darurat.

Diabetes Tipe 2. Sebagian besar kasus diabetes yang diderita adalah tipe 2 ini. Biasanya terjadi pada usia dewasa, namun sekarang tak sedikit usia remaja yang terdiagnosa penyakit ini. Pankreas tidak memproduksi cukup banyak insulin untuk menjaga kadar glukosa dalam darah pada takaran normal, seringkali tubuh tidak merespon baik insulin. Kini diabetes tipe 2 semakin ‘umum’ karena peningkatan obesitas pada masyarakat dan kurangnya olahraga. Gejala diabetes tipe 2, kurang lebih  serupa yaitu : kelelahan, pandangan mata kabur, peningkatan nafsu makan, peningkatan rasa haus, dan peningkatan buang air kecil.

Gestational Diabetes (Diabetes Kehamilan). Terjadinya glukosa darah yang tinggi saat kehamilan, bahkan terjadi pada wanita yang sebelumnya tidak menderita diabetes (Tipe 1 dan 2). Wanita yang menderita Gestational Diabetes beresiko tinggi menderita diabetes tipe 2 dan penyakit kardiovaskular di kemudian hari.
Memahami garis besar proses normal pencernaan makanan dan penggunaannya oleh tubuh untuk menjadi energi, akan memudahkan kita memahami diabetes.  Beberapa hal terjadi ketika makanan dicerna :
  • Gula yang disebut dengan glukosa memasuki aliran darah. Glukosa adalah sumber bahan bakar untuk tubuh kita.
  • Pankreas memproduksi Insulin. Insulin berperan untuk memindahkan glukosa dari aliran darah ke otot, lemak tubuh, dan sel-sel hati, dimana glukosa dapat dijadikan bahan bakar.
Pemeriksaan untuk mendeteksi diabetes biasanya dilakukan dengan tes urin (analisis air seni) untuk melihat glukosa dan keton dari pemecahan Lemak. Namun tes urin saja tidak mampu langsung mendiagnosa diabetes.
Beberapa langkah tes darah dapat dilakukan untuk mendiagnosa diabetes :
  • Kadar glukosa darah puasa (diabetes) terdiagnosa jika kadar glukosa > 126 mg/dL
  • Kadar glukosa darah puasa (pradiabetes) terdiagnosa jika kadar glukosa 100-126 mg/dL
  • Tes toleransi glukosa (diabetes) 2 jam setelah makan terdiagnosa jika kadar glukosa > 200 mg/dL
  • Tingkat glukosa darah sewaktu (tanpa puasa), dugaan diabetes bila kadar glukosa darah > 200 mg/dL .
Orang dengan diabetes perlu memeriksa tingkat Hemoglobin A1c (HbA1c) setiap 3-6 bulan. HbA1c adalah ukuran rata-rata glukosa darah selama 2-3 bulanan sebelumnya. Ini adalah cara yang sangat membantu untuk menentukan seberapa baik pengobatan bekerja.

Perawatan
Dengan mengetahui perawatan terhadap diabetes kita akan mampu memperpanjang harapan hidup, mengurangi efek dari gejala, mencegah komplikasi terkait diabetes seperti kebutaan, penyakit jantung, gagal ginjal dan amputasi organ tubuh.

Perawatan adalah hal utama untuk penderita diabetes. Karena pada dasarnya tidak ada obat untuk diabetes. Pengobatan yang melibatkan obat-obatan, diet dan olahraga berfungsi mengendalikan gula darah dan mencegah gejala.

Selanjutnya penderita diabetes perlu secara rutin berkonsultasi pada dokter soal perkembangan penyakitnya. Memantau kadar glukosa, mengatur diet dan berolahraga secara teratur. Penderita diabetes juga memiliki kecenderungan untuk mengalami masalah pada kaki karena diabetes merusak pembuluh darah dan saraf serta menurunkan kemampuan tubuh melawan infeksi.

Sumber: http://health.nytimes.com

Tidak ada komentar:

Posting Komentar