Selamat Datang di blog tentang KESEHATAN,

April 11, 2011

Waspadai Diabetes Pada Anak

Diabetes mellitus bisa menyerang siapa saja. Pria, wanita, tua, maupun muda tidak ada bedanya bagi penyakit akibat gangguan kerja insulin ini. Kondisi ini bisa terjadi sejak masih anak-anak, terutama diabetes tipe 1.

Diabetes tipe 1 pada anak adalah kondisi di mana pankreas tidak lagi menghasilkan insulin sehingga anak memerlukan bantuan agar tetap hidup. Insulin yang hilang bisa digantikan dengan memberikan suntik atau pompa insulin secara teratur.

Tanda-tanda dan gejala diabetes tipe 1 biasanya berkembang dengan cepat. Kenali gejala-gejalanya seperti berikut:
  1. Terjadi peningkatan rasa haus dan sering buang air kecil. Kelebihan gula yang menumpuk di aliran darah anak akan membuat cairan ditarik ke jaringan. Hal ini akan membuat anak menjadi haus. Akibatnya anak minum dan buang air kecil lebih sering dari biasanya.
  2. Anak selalu merasa lapar. Karena tidak adanya jumlah insulin yang cukup, gula yang diasup tidak akan bisa masuk ke dalam sel. Akibatnya, organ akan kehabisan energi dan memicu rasa lapar yang terus menerus.
  3. Penurunan berat badan. Peningkatan nafsu makan anak tidak sebanding dengan berat badannya. Tanpa adanya asupan energi dari gula, jaringan otot dan cadangan lemak akan menyusut. Penurunan berat badan yang tidak bisa dijelaskan seringkali menjadi gejala pertama yang diperhatikan.
  4. Anak-anak menjadi mudah lelah dan lesu. Hal ini disebabkan sel-sel sangat kekurangan asupan gula.
  5. Anak menunjukkan perilaku yang tidak biasa. Anak-anak dengan diabetes tipe 1 yang belum terdiagnosis seringkali menjadi mudah marah atau tiba-tiba menjadi murung dan kesal.
  6. Penglihatan yang kabur. Jika gula darah anak terlalu tinggi, maka cairan dapat ditarik dari lensa mata sehingga mempengaruhi kemampuan anak untuk bisa fokus dengan jelas.
  7. Infeksi jamur. Adanya infeksi jamur pada alat kelamin bisa menjadi tanda pertama dari diabetes tipe 1 pada anak perempuan.
  8. Pada bayi dan anak-anak yang masih kecil, gejala diabetes tipe 1 terlihat dari adanya infeksi jamur yang mengakibatkan ruam popok parah, jauh lebih buruk dari sekedar merah, bengkak, dan ruam kulit biasa. Kelesuan dan sakit perut juga mengindikasikan gejala diabetes tipe 1.

Mengobati diabetes tipe 1 memerlukan komitmen seumur hidup. Selain pemantauan gula darah secara rutin, pola makan dan olahraga pun perlu dijaga, termasuk bagi anak-anak. Anak-anak masih akan terus tumbuh sehingga ada perubahan dosis atau jenis insulin dan pola makan.

Pemantauan kadar gula darah harus dilakukan secara rutin. Hal ini dilakukan untuk mencegah anak terkena hipoglikemia (kadar gula darah yang terlalu rendah) atau hiperglikemia (kadar gula darah yang terlalu tinggi) akibat penggunaan insulin yang tidak tepat. Keduanya bisa memicu komplikasi diabetes.

Tidak disarankan untuk menerapkan diet makanan secara ketat pada anak karena mereka masih membutuhkan banyak buah, sayuran, biji-bijian, makanan tinggi gizi dan rendah lemak serta produk hewani yang lebih sedikit. Mengonsumsi makanan manis masih diperbolehkan sesekali selama masih termasuk dalam rencana pola makan anak.

Ajak anak untuk melakukan aktivitas fisik secara teratur. Tidak melulu dengan berolahraga, tetapi bisa juga dikombinasikan dengan permainan-permainan ringan yang menyenangkan bagi anak. Perlu diingat, aktivitas fisik bisa memengaruhi kadar gula darah hingga 12 jam setelah latihan. Oleh karena itu, jika ingin memulai aktivitas baru, periksalah kadar gula darah lebih sering dari biasanya untuk melihat bagaimana tubuh bereaksi terhadap kegiatan tersebut.

Seiring dengan kemajuan teknologi, pemantauan kadar gula darah dan pengiriman insulin bisa dilakukan dengan lebih mudah. Dengan perawatan yang tepat, anak-anak dengan diabetes tipe 1 pun tetap memiliki harapan hidup yang lebih lama.

sumber : sehatplus.com

Tetap Bugar dengan Mengontrol Gula Darah

Menjaga tubuh tetap bugar dengan mengontrol gula darah sangat penting dilakukan terutama oleh Anda yang mengidap diabetes. Berikut beberapa tips yang dapat membantu mengontrol kadar gula darah dan insulin dalam tubuh:

1. Diet
Diet terbukti membantu pengobatan penderita diabetes tipe 1 dan 2 untuk mengontrol kadar gula darah. Kunci utamanya, batasi asupan karbohidrat yang menjadi faktor utama yang berpengaruh terhadap gula darah. Makan makanan rendah karbohidrat pada ½ – 1 jam setelah bangun tidur. Telur dan daging bisa menjadi alternatif menu sarapan yang baik. Jika Anda kurang menyukai menu sarapan yang berat, secangkir susu tawar juga bisa menjadi pilihan. Kuncinya, jangan lewatkan sarapan. Penuhi diet dengan rajin memakan sayuran, buah-buahan, kacang-kacangan, biji-bijian, daging, dan susu. Buatlah pola makan yang sehat dan sesuai kondisi tubuh. Menerapkan diet tinggi serat (25-35 gram per hari), dapat membantu mengurangi resiko diabetes tipe 2.

2. Olahraga
Tidak perlu yang berat-berat, lakukanlah olahraga yang ringan asal teratur. Olahraga terbukti positif dapat menurunkan level gula darah dalam tubuh , terutama pada penderita diabetes tipe 2. Kegiatan menyehatkan ini dapat meningkatkan sensitivitas tubuh terhadap insulin yang kemudian merangsang hati dan otot untuk mengolah glukosa.

3. Hindari Hipoglikemia
Mengidap diabetes bukan berarti menghindari makan makanan yang mengandung gula atau karbohidrat sama sekali. Bisa-bisa Anda malah terkena hipoglikemia. Konsumsi jus, buah atau permen dapat membantu Anda terhindar dari kondisi gula darah yang terlalu rendah. Konsumsi setidaknya 15-20 gram gula atau karbohidrat dalam sehari untuk mengatasi hipoglikemia.

4. Perbaiki Gaya Hidup
Hal lain yang menjadi pemicu diabetes adalah stress dan gaya hidup tidak sehat misalnya merokok. Disadari atau tidak, stress dapat membuat kadar gula darah melonjak. Sementara itu, rokok dapat meningkatkan resiko komplikasi akibat diabetes seperti kerusakan syaraf, mata, jantung, pembuluh darah, serta penyakit ginjal. Atasi stress dengan yoga, meditasi, dan melakukan hobi yang menyenangkan. Perbaiki pula gaya hidup dengan menghindari alkohol, perbanyak minum air, makan lebih teratur, dan rutin memeriksa kadar gula darah.

sumber : sehatplus.com

Kenali Gejala Awal Diabetes

Pernah melihat air seni Anda dikerubuti semut? Hati-hati, mungkin Anda sudah terkena diabetes. Pada seseorang yang mengidap diabetes, ari seninya akan mengandung gula. Hal ini terjadi karena gula darah yang masuk ke dalam tubuh dan diproses oleh ginjal tidak terserap sempurna oleh tubuh. Selanjutnya, gula darah itu akan dikeluarkan oleh tubuh melalui air seni.

Diabetes adalah penyakit yang terjadi akibat adanya gangguan penggunaan glukosa di dalam tubuh. Penyakit ini muncul secara bertahap. Sebelum seseorang dinyatakan positif mengidap diabetes, ia akan mengalami fase normal, kemudian berangsur-angsur beranjak menjadi fase prediabetes dan akhirnya positif mengidap diabetes.

Penyakit ini sering disebut sebagai silent killer karena mampu membuat penderitanya menderita perlahan sampai akhirnya kehilangan nyawa. Diabetes tidak langsung menyebabkan kematian, melainkan mengakibatkan sejumlah kompilkasi pada penderitanya sehingga ia mengalami penurunan kualitas hidup dan berujung pada kematian. Sekilas, cara kerja penyakit ini mirip dengan HIV/AIDS yaitu melalui penurunan kualitas hidup penderitanya lalu meninggal.
Komplikasi akibat diabetes dapat menyerang hampir seluruh organ tubuh manusia. Penyakit ini sebenarnya dapat dicegah jika seseorang mengontrol kadar gula darahnya dengan baik. Kenali gejala-gejala awal diabetes berikut sebelum segala sesuatunya terlambat diatasi:

1. Sering buang air kecil
Sering buang air kecil terjadi karena terlalu banyak kadar glukosa dalam tubuh. Jika hormon pengendali kadar gula darah/insulin sedikit atau tidak ada sama sekali, ginjal tidak dapat menyaring glukosa kembali dalam darah. Ginjal akan menarik tambahan air dari dalam darah untuk menghancurkan glukosa. Hal ini membuat kandung kemih penuh sehingga penderita akan sering buang air kecil.

2. Mudah merasa haus
Karena sering buang air kecil, tubuh kehilangan cairan dalam jumlah yang cukup banyak. Hal ini akan mengakibatkan seseorang mudah merasa haus untuk mengganti cairan yang hilang.

3. Berat badan menurun drastis
Hal ini terjadi terutama pada penderita diabetes tipe 1. Pankreas pada penderita diabetes berhenti membuat insulin akibat serangan virus pada sel-sel pankreas atau respons autoimun yang membuat tubuh menyerang sel-sel yang memproduksi insulin. Tubuh akan kesulitan mencari sumber energi karena sel-sel tidak memperoleh glukosa sehingga  mulai memecah jaringan otot dan lemak untuk energi. Hal ini megakibatkan berat badan terus menyusut.

4. Gampang lelah
Produksi glukosa yang terhambat membuat sel-sel makanan yang seharusnya didistribusikan ke semua sel tubuh untuk menjadi energi melalui glukosa menjadi terhambat. Sel tidak mendapat asupan energi sehingga seseorang merasa mudah lelah.

5. Sering kesemutan di kaki dan tangan
Gejala yang disebut neuropati ini terjadi secara bertahap. Penyebabnya adalah tingginya kadar glukosa dalam darah sehingga merusak sistem saraf. Pada penderita diabetes tipe 2 kejadiannya secara bertahap, dan mereka  sering tidak menyadari bahwa itu merupakan salah satu pertanda diabetes.  Kondisi gula darah tinggi kemungkinan telah terjadi beberapa tahun sebelum diagnosa. Kerusakan saraf dapat menyebar tanpa sepengetahuan kita.

6. Penglihatan kabur, kulit kering atau gatal, sering infeksi atau luka dan memar
Gejala-gejala ini juga merupakan pertanda seseorang terkena diabetes apalagi jika semuanya sulit disembuhkan atau membutuhkan waktu yang lama untuk penyembuhannya.

sumber : sehatplus.com

Fakta-Fakta Penting Tentang Diabetes

Diabetes merupakan epidemi. Penyakit ini dapat menyebabkan 6 kematian setiap menitnya dan 3,2 juta orang meninggal setiap tahunnya akibat diabetes atau penyakit yang terkait.

Sebagai penyakit yang ‘diam-diam’, diabetes bisa menyebabkan komplikasi serius tanpa gejala yang terlihat sebelumnya. Gejala awal yang paling umum adalah rasa haus yang berlebih. Satu-satunya cara untuk mengetahui kadar gula darah adalah dengan melakukan tes gula darah. Hilangnya gejala tinggi gula darah tidak bisa menjadi acuan untuk kondisi gula darah karena gejala diabetes mungkin tidak muncul sampai kadar gula darah benar-benar tinggi. Ketahuilah cara memonitor gula darah sendiri dan lakukan pemeriksaan secara rutin. Simpan selalu hasilnya sebagai arsip untuk mengetahui kontrol gula darah dengan baik.

Diabetes adalah penyakit serius yang bisa menyebabkan komplikasi seperti serangan jantung, stroke, kebutaan, gagal ginjal, dan amputasi. Penyebab utama meningkatnya kasus diabetes adalah gaya hidup. Pilihlah makanan yang sehat, banyak melakukan aktivitas fisik, dan jaga berat badan yang sehat. Perawatan diabetes yang baik juga termasuk mengatur segala sesuatu yang berhubungan dengan diabetes seperti pemeriksaan gula darah, tekanan darah, dan kadar kolesterol untuk menghindari serangan jantung, stroke, dan masalah lainnya.

Jaga pola makan yang sehat. Hal ini tidak hanya berlaku bagi penderita diabetes, tetapi juga dapat diterapkan semua orang. Makanlah makanan yang tinggi serat, rendah lemak jenuh, rendah kolesterol, rendah garam, dan rendah gula. Yang termasuk makanan sehat diantaranya buah-buahan dengan warna yang berbeda, sayur, ikan, daging tak berlemak, ayam atau kalkun tanpa kulit, kacang-kacangan, whole gain (serealia utuh), dan susu atau keju rendah lemak.

Aktivitas fisik menjadi hal penting yang harus dilakukan penderita diabetes. Tanyakan kepada ahli kesehatan/dokter Anda mengenai cara untuk meningkatkan aktivitas fisik sehari-hari secara aman. Aktif secara fisik dapat membantu memperbaiki kondisi kadar gula darah, kolesterol, tekanan darah, dan berat badan. Selain itu, aktivitas fisik yang teratur juga dapat meningkatkan kekuatan, kelenturan, dan keseimbangan. Mulailah dengan menetapkan target rendah misalnya beraktivitas selama 30-60 menit setiap harinya. Berjalan cepat merupakan salah satu cara baik yang bisa diterapkan untuk meningkatkan aktivitas fisik Anda.

sumber : sehatplus.com

Maret 05, 2011

Kenapa Makanan Turki Baik untuk Mengurangi Berat Badan?

Iklim negara Turki yang hangat dengan berbagai produk makanan segar dan minim penganan awetan dalam kaleng membuat orang Turki sangat menggemari apa yang mereka sebut sebagai Mediteranean diet. Dengan kandungan yang simple namun memiliki fungsi yang cukup baik. Itulah kenapa orang-orang Turki selalu memiliki ide brilian saat berbicara masalah makanan.

Saat Anda berusaha untuk menghilangkan berat badan, yang terbaik yang bisa Anda lakukan di Turki adalah menikmati makanannya yang sehat dan segar. Ini termasuk buah-buahan sayuran, biji-bijian dan lemak sehat. Tanpa harus ditambahkan dengan makanan proses yang biasa disantap oleh orang-orang di Indonesia. Bahkan, orang Turki cenderung mampu melahap lebih banyak makanan namun masih bisa memiliki tubuh yang langsing.

Jadi kenapa orang mencintai makanan Turki? Karena mereka sudah mampu membuat indera penglihatan merasa senang sebelum singgah di dalam mulut Anda. Simak saja saat wanita Turki menyiapkan buncis berteman dengan nasi briyani dan ditutup dengan sajian baklava. Dan yang terpenting, semua makanan tersebut dibuat dengan menggunakan bahan-bahan yang benar-benar segar. Sehingga sangat cocok dimasak dan sedikit dimodifikasi untuk menunjang proses pengurangan berat badan yang sedang Anda lakukan.

Oh ya, jangan pernah ragu untuk menjajal Yogurt saat Anda singgah di Turki. Sebab, minuman ini diyakini ditemukan oleh suku bangsa Huns, nenek moyang bangsa Turki saat mereka berkelana menempuh ratusan kilometer untuk mencari tempat tinggal yang lebih baik. Nama yogurt sendiri diambil dari sebuah seruan seorang pria Huns, “Yogurtmak” yang berarti mengocok.

sumber : sehatplus.com

10 Kebiasaan Yang Dapat Mengurangi Berat Badan

Mengontrol berat badan adalah membuat sedikit perubahan yang hasilnya bisa Anda nikmati selamanya. Jika Anda menggabungkan cara ini ke dalam gaya hidup Anda, maka Anda akan mulai melihat bagaimana perubahan yang terjadi akibat menghemat kalori dan mereduksi bobot.
Berikut 10 kebiasaan yang bisa membantu mendapatkan berat badan impian menjadi kenyataan:

Evaluasi kebiasaan makan Anda
Apakah Anda kerap makan tengah malam, ngemil saat masak, atau menghabiskan makanan anak? Coba perhatikan lagi pola makan seperti ini untuk mengurangi konsumsi kalori.

Berbelanjalah dengan perut terisi
Ini adalah resep untuk mencegah hal buruk terjadi saat Anda masuk ke dalam toko makanan dalam keadaan lapar. Persiapkan daftar belanjaan, dan belilah produk-produk yang ada dalam daftar tersebut. Perbanyak persediaan makanan sehat di dalam lemari pendingin Anda.

Makan secara teratur
Cari tahu frekuensi makan yang tepat dan padankan dengan makanan sehat yang mampu mencegah Anda merasa lapar. Setelah menemukannya, tetap pada frekuensi tersebut.

Makan di meja makan
Cara makan makanan bukan dari piring dan sambil berdiri bukanlah langkah yang sehat. Anda dapat melahap lebih banyak makanan ketimbang Anda duduk di meja makan sambil menikmati hidangan.

Hidangkan makanan dalam piring secukupnya
Semangkuk besar makanan di meja seolah menggoda kita untuk menghabiskannya dan tidak butuh banyak waktu untuk melahapnya dalam hitungan menit. Ingat, butuh sekitar 20 menit agar otak Anda mendapat sinyal bahwa perut Anda sudah penuh.

Makan secara perlahan, kunyah dengan benar dan nikmati setiap suapan
Cobalah untuk mengistirahatkan garpu dan sendok saat Anda mengunyah .

Jangan makan setelah makan malam
Inilah yang akan melambungkan bobot tubuh Anda. Jika Anda lapar, coba penuhi hasrat tersebut dengan menikmati minuman non kalori. Menyikat gigi setelah makan malam bisa mengurangi keinginan makan lagi.

Jika Anda gemar ngemil, pilih kudapan bernutrisi
Makanan ringan bernutrisi tinggi biasanya mengandung karbohidrat lengkap dengan sedikit protein dan lemak.

Awali hari Anda dengan sarapan
Ini adalah makanan paling penting selama sehari. Setelah beristirahat semalaman, tubuh Anda butuh diisi ulang agar metabolismenya kembali lagi dan energi menjadi bertambah.

sumber : sehatplus.com

Tips Sukses Capai Berat Ideal

Mungkin Anda sering gagal mengurangi berat badan saat masih di sekolah atau bahkan menjelang pernikahan. Namun apakah Anda harus sekurus itu? Menurut para ahli, Anda dapat mengurangi berat badan hingga berat badan ideal dan tetap sehat. Jika Anda kelebihan berat badan, seperti diungkapkan oleh George Blackburn, MD dalam bukunya Break Through Your Set Point: How to Finally Lose the Weight You Want and Keep It Off, mengurangi 10% berat badan Anda dalam jangka waktu 6-12 merupakan cara terbaik.

Tips Sukses Mengurangi Berat Badan
  • Makan secara teratur. Orang yang makan secara teratur (sarapan, makan siang dan malam di waktu yang telah ditentukan) mengonsumsi lebih sedikit kalori ketimbang mereka yang tidak memiliki waktu makan khusus.
  • Gunakan piring, duduk dan nikmati makanan Anda. Orang yang melakukan hal ini biasanya menyantap 43% porsi lebih sedikit dibanding mereka yang makan dengan terburu-buru.
  • Lakukan setidaknya 30 menit akitifitas fisik setiap hari.
  • Berapa banyak dan apa yang Anda makan bisa membuat banyak perbedaan. Nikmati porsi normal makanan yang mengandung serat (buah, sayur dan biji-bijian) serta rendah lemak dan protein.
  • Berpikir positif: Fokus pada manfaat dari gaya hidup sehat daripada jumlah berat badan yang harus dipangkas.
sumber : sehatplus.com