Iklim negara Turki yang hangat dengan berbagai produk makanan segar dan minim penganan awetan dalam kaleng membuat orang Turki sangat menggemari apa yang mereka sebut sebagai Mediteranean diet. Dengan kandungan yang simple namun memiliki fungsi yang cukup baik. Itulah kenapa orang-orang Turki selalu memiliki ide brilian saat berbicara masalah makanan.
Saat Anda berusaha untuk menghilangkan berat badan, yang terbaik yang bisa Anda lakukan di Turki adalah menikmati makanannya yang sehat dan segar. Ini termasuk buah-buahan sayuran, biji-bijian dan lemak sehat. Tanpa harus ditambahkan dengan makanan proses yang biasa disantap oleh orang-orang di Indonesia. Bahkan, orang Turki cenderung mampu melahap lebih banyak makanan namun masih bisa memiliki tubuh yang langsing.
Jadi kenapa orang mencintai makanan Turki? Karena mereka sudah mampu membuat indera penglihatan merasa senang sebelum singgah di dalam mulut Anda. Simak saja saat wanita Turki menyiapkan buncis berteman dengan nasi briyani dan ditutup dengan sajian baklava. Dan yang terpenting, semua makanan tersebut dibuat dengan menggunakan bahan-bahan yang benar-benar segar. Sehingga sangat cocok dimasak dan sedikit dimodifikasi untuk menunjang proses pengurangan berat badan yang sedang Anda lakukan.
Oh ya, jangan pernah ragu untuk menjajal Yogurt saat Anda singgah di Turki. Sebab, minuman ini diyakini ditemukan oleh suku bangsa Huns, nenek moyang bangsa Turki saat mereka berkelana menempuh ratusan kilometer untuk mencari tempat tinggal yang lebih baik. Nama yogurt sendiri diambil dari sebuah seruan seorang pria Huns, “Yogurtmak” yang berarti mengocok.
sumber : sehatplus.com
Selamat Datang di blog tentang KESEHATAN,
Maret 05, 2011
10 Kebiasaan Yang Dapat Mengurangi Berat Badan
Mengontrol berat badan adalah membuat sedikit perubahan yang hasilnya bisa Anda nikmati selamanya. Jika Anda menggabungkan cara ini ke dalam gaya hidup Anda, maka Anda akan mulai melihat bagaimana perubahan yang terjadi akibat menghemat kalori dan mereduksi bobot.
Berikut 10 kebiasaan yang bisa membantu mendapatkan berat badan impian menjadi kenyataan:
Evaluasi kebiasaan makan Anda
Apakah Anda kerap makan tengah malam, ngemil saat masak, atau menghabiskan makanan anak? Coba perhatikan lagi pola makan seperti ini untuk mengurangi konsumsi kalori.
Berbelanjalah dengan perut terisi
Ini adalah resep untuk mencegah hal buruk terjadi saat Anda masuk ke dalam toko makanan dalam keadaan lapar. Persiapkan daftar belanjaan, dan belilah produk-produk yang ada dalam daftar tersebut. Perbanyak persediaan makanan sehat di dalam lemari pendingin Anda.
Makan secara teratur
Cari tahu frekuensi makan yang tepat dan padankan dengan makanan sehat yang mampu mencegah Anda merasa lapar. Setelah menemukannya, tetap pada frekuensi tersebut.
Makan di meja makan
Cara makan makanan bukan dari piring dan sambil berdiri bukanlah langkah yang sehat. Anda dapat melahap lebih banyak makanan ketimbang Anda duduk di meja makan sambil menikmati hidangan.
Hidangkan makanan dalam piring secukupnya
Semangkuk besar makanan di meja seolah menggoda kita untuk menghabiskannya dan tidak butuh banyak waktu untuk melahapnya dalam hitungan menit. Ingat, butuh sekitar 20 menit agar otak Anda mendapat sinyal bahwa perut Anda sudah penuh.
Makan secara perlahan, kunyah dengan benar dan nikmati setiap suapan
Cobalah untuk mengistirahatkan garpu dan sendok saat Anda mengunyah .
Jangan makan setelah makan malam
Inilah yang akan melambungkan bobot tubuh Anda. Jika Anda lapar, coba penuhi hasrat tersebut dengan menikmati minuman non kalori. Menyikat gigi setelah makan malam bisa mengurangi keinginan makan lagi.
Jika Anda gemar ngemil, pilih kudapan bernutrisi
Makanan ringan bernutrisi tinggi biasanya mengandung karbohidrat lengkap dengan sedikit protein dan lemak.
Awali hari Anda dengan sarapan
Ini adalah makanan paling penting selama sehari. Setelah beristirahat semalaman, tubuh Anda butuh diisi ulang agar metabolismenya kembali lagi dan energi menjadi bertambah.
sumber : sehatplus.com
Berikut 10 kebiasaan yang bisa membantu mendapatkan berat badan impian menjadi kenyataan:
Evaluasi kebiasaan makan Anda
Apakah Anda kerap makan tengah malam, ngemil saat masak, atau menghabiskan makanan anak? Coba perhatikan lagi pola makan seperti ini untuk mengurangi konsumsi kalori.
Berbelanjalah dengan perut terisi
Ini adalah resep untuk mencegah hal buruk terjadi saat Anda masuk ke dalam toko makanan dalam keadaan lapar. Persiapkan daftar belanjaan, dan belilah produk-produk yang ada dalam daftar tersebut. Perbanyak persediaan makanan sehat di dalam lemari pendingin Anda.
Makan secara teratur
Cari tahu frekuensi makan yang tepat dan padankan dengan makanan sehat yang mampu mencegah Anda merasa lapar. Setelah menemukannya, tetap pada frekuensi tersebut.
Makan di meja makan
Cara makan makanan bukan dari piring dan sambil berdiri bukanlah langkah yang sehat. Anda dapat melahap lebih banyak makanan ketimbang Anda duduk di meja makan sambil menikmati hidangan.
Hidangkan makanan dalam piring secukupnya
Semangkuk besar makanan di meja seolah menggoda kita untuk menghabiskannya dan tidak butuh banyak waktu untuk melahapnya dalam hitungan menit. Ingat, butuh sekitar 20 menit agar otak Anda mendapat sinyal bahwa perut Anda sudah penuh.
Makan secara perlahan, kunyah dengan benar dan nikmati setiap suapan
Cobalah untuk mengistirahatkan garpu dan sendok saat Anda mengunyah .
Jangan makan setelah makan malam
Inilah yang akan melambungkan bobot tubuh Anda. Jika Anda lapar, coba penuhi hasrat tersebut dengan menikmati minuman non kalori. Menyikat gigi setelah makan malam bisa mengurangi keinginan makan lagi.
Jika Anda gemar ngemil, pilih kudapan bernutrisi
Makanan ringan bernutrisi tinggi biasanya mengandung karbohidrat lengkap dengan sedikit protein dan lemak.
Awali hari Anda dengan sarapan
Ini adalah makanan paling penting selama sehari. Setelah beristirahat semalaman, tubuh Anda butuh diisi ulang agar metabolismenya kembali lagi dan energi menjadi bertambah.
sumber : sehatplus.com
Tips Sukses Capai Berat Ideal
Mungkin Anda sering gagal mengurangi berat badan saat masih di sekolah atau bahkan menjelang pernikahan. Namun apakah Anda harus sekurus itu? Menurut para ahli, Anda dapat mengurangi berat badan hingga berat badan ideal dan tetap sehat. Jika Anda kelebihan berat badan, seperti diungkapkan oleh George Blackburn, MD dalam bukunya Break Through Your Set Point: How to Finally Lose the Weight You Want and Keep It Off, mengurangi 10% berat badan Anda dalam jangka waktu 6-12 merupakan cara terbaik.
Tips Sukses Mengurangi Berat Badan
Tips Sukses Mengurangi Berat Badan
- Makan secara teratur. Orang yang makan secara teratur (sarapan, makan siang dan malam di waktu yang telah ditentukan) mengonsumsi lebih sedikit kalori ketimbang mereka yang tidak memiliki waktu makan khusus.
- Gunakan piring, duduk dan nikmati makanan Anda. Orang yang melakukan hal ini biasanya menyantap 43% porsi lebih sedikit dibanding mereka yang makan dengan terburu-buru.
- Lakukan setidaknya 30 menit akitifitas fisik setiap hari.
- Berapa banyak dan apa yang Anda makan bisa membuat banyak perbedaan. Nikmati porsi normal makanan yang mengandung serat (buah, sayur dan biji-bijian) serta rendah lemak dan protein.
- Berpikir positif: Fokus pada manfaat dari gaya hidup sehat daripada jumlah berat badan yang harus dipangkas.
Modifikasi Perilaku Menunjang Diet Anda
Anda memang tidak pernah kehilangan selera makan setiap melihat hidangan yang menggiurkan. Tapi selera tersebut bisa mendadak sirna setelah melihat perut yang mulai membuncit dan paha melebar di depan kaca.
Kegemukan memang suatu momok. Kegemukan atau obesitas adalah refleksi dari ketidakseimbangan konsumsi dengan pengeluaran energy. Seseorang baru bisa dikatakan mengalami kegemukan atau obesitas bila orang tersebut memiliki kelebihan berat badan sebanyak lebih dari 20% dari berat badan idealnya. Tambahkan 10% lagi, dan Anda butuh kursi ekstra di meja makan. Lalu bagaimana mengatasinya?
Diet yang tepat harus diikuti dengan modifikasi perilaku. Mulailah dengan mengubah gaya hidup. Anda sebaiknya tidak menunda makan sampai perut benar-benar kroncongan, karena kendali diri bisa kandas. Kalau memamng harus menjamu relasi di malam hari, kurangilah porsi lunch. Hiduplah dengan prinsip seimbang dan moderat.
Disiplinkan diri Anda untuk tetap mengkonsumsi makanan dengan gizi seimbang dan lengkapi program diet Anda dengan olahraga yang teratur. Maka Anda akan mendapatkan berat dan bentuk badan ideal sesuai dengan yang Anda inginkan.
sumber : sehatplus.com
Kegemukan memang suatu momok. Kegemukan atau obesitas adalah refleksi dari ketidakseimbangan konsumsi dengan pengeluaran energy. Seseorang baru bisa dikatakan mengalami kegemukan atau obesitas bila orang tersebut memiliki kelebihan berat badan sebanyak lebih dari 20% dari berat badan idealnya. Tambahkan 10% lagi, dan Anda butuh kursi ekstra di meja makan. Lalu bagaimana mengatasinya?
Diet yang tepat harus diikuti dengan modifikasi perilaku. Mulailah dengan mengubah gaya hidup. Anda sebaiknya tidak menunda makan sampai perut benar-benar kroncongan, karena kendali diri bisa kandas. Kalau memamng harus menjamu relasi di malam hari, kurangilah porsi lunch. Hiduplah dengan prinsip seimbang dan moderat.
Disiplinkan diri Anda untuk tetap mengkonsumsi makanan dengan gizi seimbang dan lengkapi program diet Anda dengan olahraga yang teratur. Maka Anda akan mendapatkan berat dan bentuk badan ideal sesuai dengan yang Anda inginkan.
sumber : sehatplus.com
Diet Makanan Pengganti
Anda lapar? Segera isi perut! Makanlah makanan pengganti alias Meal Replacements (MR). Jika perut penuh, maka otomatis akan merasa kenyang dan tidak menginginkan suapan makanan lagi. Diet dengan cara ini telah dilakukan oleh jutaan orang di seluruh dunia. Pada dasarnya diet Meal
Replacement di bagi menjadi dua kategori; Partial Meal Replacement (PMR) yaitu cara berdiet dengan menggantikan 1-2 kali makan dengan makanan pengganti dari produk instan di pasaran, dan Total Meal Replacement (TMR) yaitu dengan cara mengganti semua makanan Anda.
Makanan pengganti haruslah makanan yang rendah kalori dan dapat menjamin asupan nutrisi, kaya dengan vitamin dan mineral yang diperlukan tubuh serta serat yang sangat baik untuk membantu program diet Anda.
Penelitian yang dilakukan oleh Heymsfield et al (2003) membandingkan dua kelompok orang gemuk yang mengikuti program Partial Meal Replacement (PMR) dengan Conventional Reduced Calorie Diet (CRD). Hasilnya, mereka yang mengikuti program PMR menunjukkan penurunan berat badan yang signifikan. Dalam 3 bulan, mereka telah kehilangan 7 – 8% dari berat badan mereka, sedangkan pada kelompok CRD hanya sekitar 3 – 7%.
Riset tersebut membuktikan bahwa metode PMR lebih efektif dan aman dalam menurunkan berat bada, juga tepat bagi mereka yang ingin mengendalikan berat badan dalam jangka waktu yang lama. Selain itu, resiko terserang penyakit yang kerap dikaitkan dengan kegemukan juga akan berkurang. Kesimpulan ini didukung pula oleh penelitian Heber et al (1994) yang menunjukkan bahwa metode ini berdampak baik bagi penderita hipertensi dan diabetes.
Metode diet PMR ini tentu merupakan alternative yang tepat bagi Anda yang ingin mengurangi berat badan tanpa harus tersiksa dengan rasa lapar. PMR membantu untuk melakukan diet yang seimbang yaitu dengan mengurangi asupan kalori dan mempertahankan asupan gizi seperti protein, vitamin dan mineral.
sumber : sehatplus.com
Replacement di bagi menjadi dua kategori; Partial Meal Replacement (PMR) yaitu cara berdiet dengan menggantikan 1-2 kali makan dengan makanan pengganti dari produk instan di pasaran, dan Total Meal Replacement (TMR) yaitu dengan cara mengganti semua makanan Anda.
Makanan pengganti haruslah makanan yang rendah kalori dan dapat menjamin asupan nutrisi, kaya dengan vitamin dan mineral yang diperlukan tubuh serta serat yang sangat baik untuk membantu program diet Anda.
Penelitian yang dilakukan oleh Heymsfield et al (2003) membandingkan dua kelompok orang gemuk yang mengikuti program Partial Meal Replacement (PMR) dengan Conventional Reduced Calorie Diet (CRD). Hasilnya, mereka yang mengikuti program PMR menunjukkan penurunan berat badan yang signifikan. Dalam 3 bulan, mereka telah kehilangan 7 – 8% dari berat badan mereka, sedangkan pada kelompok CRD hanya sekitar 3 – 7%.
Riset tersebut membuktikan bahwa metode PMR lebih efektif dan aman dalam menurunkan berat bada, juga tepat bagi mereka yang ingin mengendalikan berat badan dalam jangka waktu yang lama. Selain itu, resiko terserang penyakit yang kerap dikaitkan dengan kegemukan juga akan berkurang. Kesimpulan ini didukung pula oleh penelitian Heber et al (1994) yang menunjukkan bahwa metode ini berdampak baik bagi penderita hipertensi dan diabetes.
Metode diet PMR ini tentu merupakan alternative yang tepat bagi Anda yang ingin mengurangi berat badan tanpa harus tersiksa dengan rasa lapar. PMR membantu untuk melakukan diet yang seimbang yaitu dengan mengurangi asupan kalori dan mempertahankan asupan gizi seperti protein, vitamin dan mineral.
sumber : sehatplus.com
Kenali Gejala dan Resiko Diabetes sejak Dini
Diabetes termasuk sebagai salah satu penyakit yang menjadi momok dalam kehidupan kita sehari-hari. Selain karena dapat muncul diam-diam, diabetes juga merupakan sebuah penyakit yang dapat diturunkan secara genetis. Sebagai pedoman kita perlu memahami jenis, gejala, pemeriksaan dan perawatan diabetes.
Diabetes dapat disebabkan oleh terlalu sedikitnya insulin yang dimiliki tubuh, atau resistensi (penolakan tubuh) terhadap insulin. Insulin adalah hormon yang dihasilkan oleh pankreas. Fungsinya untuk mengontrol gula darah.
Diabetes terbagi dalam 3 (tiga) jenis utama :
Diabetes Tipe 1. Biasanya terdiagnosis pada masa kanak-kanak. Pada diabetes jenis ini tubuh membuat sedikit insulin atau tidak mampu memproduksi insulin sama sekali. Suntikan insulin harian diperlukan untuk mengatasinya. Penyebab pasti penyakit ini tidak diketahui, bisa dari faktor genetik, virus atau masalah kekebalan otomatis (autoimun). Gejala diabetes tipe 1 biasanya berupa : kelelahan, peningkatan rasa haus, peningkatan buang air kecil, mual-mual, muntah dan penurunan berat badan walaupun nafsu makan meningkat. Pasien diabetes tipe 1 bisanya mengalami gejala dalam waktu singkat. Kondisi mereka seringkali terdiagnosis dalam keadaan darurat.
Diabetes Tipe 2. Sebagian besar kasus diabetes yang diderita adalah tipe 2 ini. Biasanya terjadi pada usia dewasa, namun sekarang tak sedikit usia remaja yang terdiagnosa penyakit ini. Pankreas tidak memproduksi cukup banyak insulin untuk menjaga kadar glukosa dalam darah pada takaran normal, seringkali tubuh tidak merespon baik insulin. Kini diabetes tipe 2 semakin ‘umum’ karena peningkatan obesitas pada masyarakat dan kurangnya olahraga. Gejala diabetes tipe 2, kurang lebih serupa yaitu : kelelahan, pandangan mata kabur, peningkatan nafsu makan, peningkatan rasa haus, dan peningkatan buang air kecil.
Gestational Diabetes (Diabetes Kehamilan). Terjadinya glukosa darah yang tinggi saat kehamilan, bahkan terjadi pada wanita yang sebelumnya tidak menderita diabetes (Tipe 1 dan 2). Wanita yang menderita Gestational Diabetes beresiko tinggi menderita diabetes tipe 2 dan penyakit kardiovaskular di kemudian hari.
Memahami garis besar proses normal pencernaan makanan dan penggunaannya oleh tubuh untuk menjadi energi, akan memudahkan kita memahami diabetes. Beberapa hal terjadi ketika makanan dicerna :
Beberapa langkah tes darah dapat dilakukan untuk mendiagnosa diabetes :
Perawatan
Dengan mengetahui perawatan terhadap diabetes kita akan mampu memperpanjang harapan hidup, mengurangi efek dari gejala, mencegah komplikasi terkait diabetes seperti kebutaan, penyakit jantung, gagal ginjal dan amputasi organ tubuh.
Perawatan adalah hal utama untuk penderita diabetes. Karena pada dasarnya tidak ada obat untuk diabetes. Pengobatan yang melibatkan obat-obatan, diet dan olahraga berfungsi mengendalikan gula darah dan mencegah gejala.
Selanjutnya penderita diabetes perlu secara rutin berkonsultasi pada dokter soal perkembangan penyakitnya. Memantau kadar glukosa, mengatur diet dan berolahraga secara teratur. Penderita diabetes juga memiliki kecenderungan untuk mengalami masalah pada kaki karena diabetes merusak pembuluh darah dan saraf serta menurunkan kemampuan tubuh melawan infeksi.
Sumber: http://health.nytimes.com
Diabetes dapat disebabkan oleh terlalu sedikitnya insulin yang dimiliki tubuh, atau resistensi (penolakan tubuh) terhadap insulin. Insulin adalah hormon yang dihasilkan oleh pankreas. Fungsinya untuk mengontrol gula darah.
Diabetes terbagi dalam 3 (tiga) jenis utama :
Diabetes Tipe 1. Biasanya terdiagnosis pada masa kanak-kanak. Pada diabetes jenis ini tubuh membuat sedikit insulin atau tidak mampu memproduksi insulin sama sekali. Suntikan insulin harian diperlukan untuk mengatasinya. Penyebab pasti penyakit ini tidak diketahui, bisa dari faktor genetik, virus atau masalah kekebalan otomatis (autoimun). Gejala diabetes tipe 1 biasanya berupa : kelelahan, peningkatan rasa haus, peningkatan buang air kecil, mual-mual, muntah dan penurunan berat badan walaupun nafsu makan meningkat. Pasien diabetes tipe 1 bisanya mengalami gejala dalam waktu singkat. Kondisi mereka seringkali terdiagnosis dalam keadaan darurat.
Diabetes Tipe 2. Sebagian besar kasus diabetes yang diderita adalah tipe 2 ini. Biasanya terjadi pada usia dewasa, namun sekarang tak sedikit usia remaja yang terdiagnosa penyakit ini. Pankreas tidak memproduksi cukup banyak insulin untuk menjaga kadar glukosa dalam darah pada takaran normal, seringkali tubuh tidak merespon baik insulin. Kini diabetes tipe 2 semakin ‘umum’ karena peningkatan obesitas pada masyarakat dan kurangnya olahraga. Gejala diabetes tipe 2, kurang lebih serupa yaitu : kelelahan, pandangan mata kabur, peningkatan nafsu makan, peningkatan rasa haus, dan peningkatan buang air kecil.
Gestational Diabetes (Diabetes Kehamilan). Terjadinya glukosa darah yang tinggi saat kehamilan, bahkan terjadi pada wanita yang sebelumnya tidak menderita diabetes (Tipe 1 dan 2). Wanita yang menderita Gestational Diabetes beresiko tinggi menderita diabetes tipe 2 dan penyakit kardiovaskular di kemudian hari.
Memahami garis besar proses normal pencernaan makanan dan penggunaannya oleh tubuh untuk menjadi energi, akan memudahkan kita memahami diabetes. Beberapa hal terjadi ketika makanan dicerna :
- Gula yang disebut dengan glukosa memasuki aliran darah. Glukosa adalah sumber bahan bakar untuk tubuh kita.
- Pankreas memproduksi Insulin. Insulin berperan untuk memindahkan glukosa dari aliran darah ke otot, lemak tubuh, dan sel-sel hati, dimana glukosa dapat dijadikan bahan bakar.
Beberapa langkah tes darah dapat dilakukan untuk mendiagnosa diabetes :
- Kadar glukosa darah puasa (diabetes) terdiagnosa jika kadar glukosa > 126 mg/dL
- Kadar glukosa darah puasa (pradiabetes) terdiagnosa jika kadar glukosa 100-126 mg/dL
- Tes toleransi glukosa (diabetes) 2 jam setelah makan terdiagnosa jika kadar glukosa > 200 mg/dL
- Tingkat glukosa darah sewaktu (tanpa puasa), dugaan diabetes bila kadar glukosa darah > 200 mg/dL .
Perawatan
Dengan mengetahui perawatan terhadap diabetes kita akan mampu memperpanjang harapan hidup, mengurangi efek dari gejala, mencegah komplikasi terkait diabetes seperti kebutaan, penyakit jantung, gagal ginjal dan amputasi organ tubuh.
Perawatan adalah hal utama untuk penderita diabetes. Karena pada dasarnya tidak ada obat untuk diabetes. Pengobatan yang melibatkan obat-obatan, diet dan olahraga berfungsi mengendalikan gula darah dan mencegah gejala.
Selanjutnya penderita diabetes perlu secara rutin berkonsultasi pada dokter soal perkembangan penyakitnya. Memantau kadar glukosa, mengatur diet dan berolahraga secara teratur. Penderita diabetes juga memiliki kecenderungan untuk mengalami masalah pada kaki karena diabetes merusak pembuluh darah dan saraf serta menurunkan kemampuan tubuh melawan infeksi.
Sumber: http://health.nytimes.com
Beras Merah Untuk Diabetes
Lain kali jika Anda memesan mie pangsit atau bahkan nasi timbel, pastikan kedua menu tersebut terbuat dari beras merah.
Beras merah sejatinya adalah hasil pencampuran dari gandum (whole grain) dengan beras putih yang telah disempurnakan dan dibersihkan dari kulit padi serta memiliki kandungan serat dan nutrisi yang tinggi. Beras merah juga memiliki indeks glikemik lebih rendah dari nasi putih, yang berarti tidak menyebabkan kadar glukosa darah meningkat dengan cepat.
Sebuah study baru dari para peneliti di Harvard melaporkan bahwa orang yang makan dua porsi atau lebih beras merah dalam seminggu mengurangi risiko terserang diabetes tipe 2 sekitar 10 persen dibandingkan dengan orang yang makan beras merah kurang dari sekali dalam sebulan. Dan orang-orang yang makan nasi putih secara teratur – lima kali atau lebih dalam seminggu – hampir 20 persen lebih mungkin untuk terserang diabetes tipe 2 dibandingkan mereka yang makan kurang dari sekali dalam sebulan.
Menurut sebuah analisis statistic, hanya dengan mengganti sepertiga porsi nasi putih dengan beras merah setiap hari dapat mengurangi risiko seseorang terserang diabetes tipe 2 sebesar 16 persen (satu porsi adalah setengah cangkir nasi).
Penelitian tersebut, yang dipublikasikan dalam The Archives of Internal Medicine dan menggunakan data dari studi kesehatan Harvard dan sebuah studi terpisah dari ekspertis kesehatan, bukanlah yang pertama yang merujuk makanan seperti beras putih sebagai biang kerok terjadinya diabetes tipe 2. Sebuah studi yang dilakukan tahun 2007 terhadap perempuan asal Cina di Shanghai menemukan fakta bahwa wanita paruh baya yang makan nasi putih dalam jumlah besar dan karbohidrat olahan lainnya mengalami peningkatan risiko diabetes dibandingkan dengan rekan-rekan mereka yang mengkonsumsi nasi putih dan karbohidrat dalam jumlah sedikit.
Namun studi di Harvard adalah salah satu yang pertama yang membedakan antara konsumsi beras merah dan beras putih di Amerika Serikat, di mana beras bukanlah makanan pokok dan relatif sedikit yang memakan, kata Dr Qi Sun, instruktur di kedokteran di Brigham and Women’s Hospital, yang berafiliasi dengan Harvard Medical School.
“Intinya adalah kita menunjukkan bukti bahwa peningkatan konsumsi beras putih – bahkan pada tingkat asupan yang rendah – masih terkait dengan peningkatan risiko,” kata Dr Sun, yang berada di Harvard School of Public Health pada saat penelitian dilakukan . “Anda benar-benar disarankan untuk mengganti nasi putih dengan beras merah atau makanan yang mengandung gandum lainnya dengan jumlah yang sama.”
Para ekspertis yang melakukan penelitian itu menganalisa konsumsi beras di antara 39.765 pria dan 57.463 wanita yang berpartisipasi dalam Health Professionals Follow-up Study dan Nurses Health Study I dan II, yang dibagi ke dalam tiga kelompok dengan rentang usia 26-87.
Mereka telah mengisi kuesioner frekuensi makanan ketika studi dimulai tahun 1984, 1986, dan 1991 dan mengupdate informasi diet mereka setiap empat tahun kemudian, hingga 2005 dan 2006. Mereka juga ditanya tentang sejarah medis mereka. Selama studi, lebih dari 10.000 peserta didiagnosa mengalami diabetes tipe 2.
Dr Sun mengatakan, ada banyak kemungkinan mengapa pemakan beras merah memiliki resiko terjangkit diabetes tipe 2 lebih rendah. Selain memiliki indeks glisemik lebih rendah dari beras putih, beras merah juga mengandung nutrisi penting seperti magnesium yang dilepaskan selama proses penyulingan dan mengandung lebih banyak serat. “Penelitian sebelumnya telah menemukan bahwa banyaknya nutrisi dalam makanan mampu melindungi tubuh dari diabetes,” tambah Dr. Sun.
sumber : sehatplus.com
Beras merah sejatinya adalah hasil pencampuran dari gandum (whole grain) dengan beras putih yang telah disempurnakan dan dibersihkan dari kulit padi serta memiliki kandungan serat dan nutrisi yang tinggi. Beras merah juga memiliki indeks glikemik lebih rendah dari nasi putih, yang berarti tidak menyebabkan kadar glukosa darah meningkat dengan cepat.
Sebuah study baru dari para peneliti di Harvard melaporkan bahwa orang yang makan dua porsi atau lebih beras merah dalam seminggu mengurangi risiko terserang diabetes tipe 2 sekitar 10 persen dibandingkan dengan orang yang makan beras merah kurang dari sekali dalam sebulan. Dan orang-orang yang makan nasi putih secara teratur – lima kali atau lebih dalam seminggu – hampir 20 persen lebih mungkin untuk terserang diabetes tipe 2 dibandingkan mereka yang makan kurang dari sekali dalam sebulan.
Menurut sebuah analisis statistic, hanya dengan mengganti sepertiga porsi nasi putih dengan beras merah setiap hari dapat mengurangi risiko seseorang terserang diabetes tipe 2 sebesar 16 persen (satu porsi adalah setengah cangkir nasi).
Penelitian tersebut, yang dipublikasikan dalam The Archives of Internal Medicine dan menggunakan data dari studi kesehatan Harvard dan sebuah studi terpisah dari ekspertis kesehatan, bukanlah yang pertama yang merujuk makanan seperti beras putih sebagai biang kerok terjadinya diabetes tipe 2. Sebuah studi yang dilakukan tahun 2007 terhadap perempuan asal Cina di Shanghai menemukan fakta bahwa wanita paruh baya yang makan nasi putih dalam jumlah besar dan karbohidrat olahan lainnya mengalami peningkatan risiko diabetes dibandingkan dengan rekan-rekan mereka yang mengkonsumsi nasi putih dan karbohidrat dalam jumlah sedikit.
Namun studi di Harvard adalah salah satu yang pertama yang membedakan antara konsumsi beras merah dan beras putih di Amerika Serikat, di mana beras bukanlah makanan pokok dan relatif sedikit yang memakan, kata Dr Qi Sun, instruktur di kedokteran di Brigham and Women’s Hospital, yang berafiliasi dengan Harvard Medical School.
“Intinya adalah kita menunjukkan bukti bahwa peningkatan konsumsi beras putih – bahkan pada tingkat asupan yang rendah – masih terkait dengan peningkatan risiko,” kata Dr Sun, yang berada di Harvard School of Public Health pada saat penelitian dilakukan . “Anda benar-benar disarankan untuk mengganti nasi putih dengan beras merah atau makanan yang mengandung gandum lainnya dengan jumlah yang sama.”
Para ekspertis yang melakukan penelitian itu menganalisa konsumsi beras di antara 39.765 pria dan 57.463 wanita yang berpartisipasi dalam Health Professionals Follow-up Study dan Nurses Health Study I dan II, yang dibagi ke dalam tiga kelompok dengan rentang usia 26-87.
Mereka telah mengisi kuesioner frekuensi makanan ketika studi dimulai tahun 1984, 1986, dan 1991 dan mengupdate informasi diet mereka setiap empat tahun kemudian, hingga 2005 dan 2006. Mereka juga ditanya tentang sejarah medis mereka. Selama studi, lebih dari 10.000 peserta didiagnosa mengalami diabetes tipe 2.
Dr Sun mengatakan, ada banyak kemungkinan mengapa pemakan beras merah memiliki resiko terjangkit diabetes tipe 2 lebih rendah. Selain memiliki indeks glisemik lebih rendah dari beras putih, beras merah juga mengandung nutrisi penting seperti magnesium yang dilepaskan selama proses penyulingan dan mengandung lebih banyak serat. “Penelitian sebelumnya telah menemukan bahwa banyaknya nutrisi dalam makanan mampu melindungi tubuh dari diabetes,” tambah Dr. Sun.
sumber : sehatplus.com
Diabetes Serang Anak-Anak
Diabetes adalah terganggunya pankreas, sebuah kelenjar yang menghasilkan insulin. Insulin diperlukan untuk menyerap gula dari darah ke sel-sel tubuh. Tanpanya, kadar gula dalam darah menjadi sangat tinggi dan dapat menyebabkan masalah kesehatan yang sangat serius.
Ada dua jenis diabetes: Diabetes Tipe 1 dan diabetes tipe 2. Tipe 1, juga disebut insulin-dependent, terjadi ketika pankreas berhenti memproduksi insulin yang cukup. Diabetes Tipe 1 biasanya terjadi sebelum usia 20. Sementara diabetes Tipe 2, atau diabetes saat dewasa, terjadi ketika tubuh menjadi kurang sensitif terhadap efek insulin.
Diabetes Tipe 1 dianggap penyakit autoimun, yang berarti kerusakan sistem kekebalan tubuh dan menyebabkan kerusakan sel yang memproduksi insulin di pankreas. Ini adalah jenis diabetes yang paling umum dan terjadi pada anak-anak serta membutuhkan perawatan dengan suntikan insulin.
Diabetes kerap dianggap akibat faktor genetik dan lingkungan. Michael Tansey, MD, asisten profesor di Universitas Iowa Department of Pediatrics, menjelaskan bahwa diabetes tipe 2 tampaknya memiliki lebih dari korelasi genetik.
“Diabetes tipe 2 tampaknya lebih kuat diwariskan dari tipe 1 diabetes,” kata Tansey. “Namun, Diabetes Tipe 1 atau child-onset diabetes, memiliki kecenderungan genetika tertentu, dan orang tua harus mengenali gejala penyakit tersebut.” Kedua jenis diabetes ini dapat terjadi pada anak-anak tanpa riwayat keluarga diabetes, tambah Tansey.
Gejala umum diabetes pada anak-anak meliputi: sering buang air kecil, bintik-bintik putih (urin penuh glukosa) pada pakaian dalam, sering infeksi kandung kemih, haus terus-menerus, kelelahan, penurunan berat badan mendadak, kesemutan di tangan dan kaki, infeksi kulit, mual, dan muntah.
Pengobatan untuk diabetes anak-anak meliputi suntikan insulin setiap hari, diet rendah lemak, olahraga teratur dan secara teratur terus memantau kadar glukosa darah. Tansey menunjukkan bahwa anak-anak dengan diabetes dapat hidup normal dan hidup sehat jika diabetes dikelola atau diatur dengan baik. “Jika ada riwayat diabetes dalam keluarga, maka orang tua wajib mendorong anak-anak mereka untuk makan makanan yang sehat dan melakukankan banyak kegiatan,” tambah Tansey.
sumber : sehatplus.com
Ada dua jenis diabetes: Diabetes Tipe 1 dan diabetes tipe 2. Tipe 1, juga disebut insulin-dependent, terjadi ketika pankreas berhenti memproduksi insulin yang cukup. Diabetes Tipe 1 biasanya terjadi sebelum usia 20. Sementara diabetes Tipe 2, atau diabetes saat dewasa, terjadi ketika tubuh menjadi kurang sensitif terhadap efek insulin.
Diabetes Tipe 1 dianggap penyakit autoimun, yang berarti kerusakan sistem kekebalan tubuh dan menyebabkan kerusakan sel yang memproduksi insulin di pankreas. Ini adalah jenis diabetes yang paling umum dan terjadi pada anak-anak serta membutuhkan perawatan dengan suntikan insulin.
Diabetes kerap dianggap akibat faktor genetik dan lingkungan. Michael Tansey, MD, asisten profesor di Universitas Iowa Department of Pediatrics, menjelaskan bahwa diabetes tipe 2 tampaknya memiliki lebih dari korelasi genetik.
“Diabetes tipe 2 tampaknya lebih kuat diwariskan dari tipe 1 diabetes,” kata Tansey. “Namun, Diabetes Tipe 1 atau child-onset diabetes, memiliki kecenderungan genetika tertentu, dan orang tua harus mengenali gejala penyakit tersebut.” Kedua jenis diabetes ini dapat terjadi pada anak-anak tanpa riwayat keluarga diabetes, tambah Tansey.
Gejala umum diabetes pada anak-anak meliputi: sering buang air kecil, bintik-bintik putih (urin penuh glukosa) pada pakaian dalam, sering infeksi kandung kemih, haus terus-menerus, kelelahan, penurunan berat badan mendadak, kesemutan di tangan dan kaki, infeksi kulit, mual, dan muntah.
Pengobatan untuk diabetes anak-anak meliputi suntikan insulin setiap hari, diet rendah lemak, olahraga teratur dan secara teratur terus memantau kadar glukosa darah. Tansey menunjukkan bahwa anak-anak dengan diabetes dapat hidup normal dan hidup sehat jika diabetes dikelola atau diatur dengan baik. “Jika ada riwayat diabetes dalam keluarga, maka orang tua wajib mendorong anak-anak mereka untuk makan makanan yang sehat dan melakukankan banyak kegiatan,” tambah Tansey.
sumber : sehatplus.com
Olahraga Atasi Diabetes
Bagi penderita diabetes mungkin memang lebih mudah untuk mengkonsumsi pil atau suntikan insulin untuk menjaga kondisi mereka, dibandingkan dimulai dengan berlari atau jogging. Namun nyatanya, kombinasi antara olahraga dan diet sehat yang seimbang adalah salah satu usaha terbaik untuk menangani diabetes yang Anda derita.
Pentingnya olahraga serta menjaga kesehatan dapat dijabarkan sebagai berikut :
Satu hal lain yang perlu diperhatikan dari perencanaan olahraga untuk penderita Diabetes adalah mempersiapkan perangkat olaraga yang sesuai dengan kulit. Seperti diketahui, pendeita diabetes juga biasanya memiliki kulit yang rapuh serta lambat dalam pemulihan. Hindari sepatu atau peralatan olahraga yang dapat menimbulkan lecet atau cedera pada kulit.
sumber : sehatplus.com
Pentingnya olahraga serta menjaga kesehatan dapat dijabarkan sebagai berikut :
- Olahraga membakar kalori akan membantu Anda mengurangi berat badan atau menjaga berat badan pada proporsi ideal.
- Olahraga teratur dapat membantu tubuh Anda merespon insulin dan dikenal efektif dalam mengelola glukosa darah. Olahraga dapat menurunkan glukosa darah dan mungkin mengurangi jumlah obat yang Anda butuhkan untuk mengobati diabetes, atau bahkan menghilangkan kebutuhan akan obat-obatan.
- Olahraga dapat membantu mengurangi kolesterol dan tekanan darah tinggi. Kolesterol tinggi dan tekanan darah tinggi dapat menyebabkan serangan jantung atau stroke.
- Olahraga dapat membantu mengurangi stress. Ini baik, karena stress dapat meningkatkan kadar gula darah.
- Olahraga juga dapat menurunkan resiko penyakit jantung, menurunkan kadar kolesterol dan tekanan darah.
- Untuk beberapa kasus, olahrga yang dikombinasikan dengan makan yang terencana dapat mengontrol diabetes tipe 2 tanpa perlu obat.
Satu hal lain yang perlu diperhatikan dari perencanaan olahraga untuk penderita Diabetes adalah mempersiapkan perangkat olaraga yang sesuai dengan kulit. Seperti diketahui, pendeita diabetes juga biasanya memiliki kulit yang rapuh serta lambat dalam pemulihan. Hindari sepatu atau peralatan olahraga yang dapat menimbulkan lecet atau cedera pada kulit.
sumber : sehatplus.com
Tips Menjaga Berat Badan
Sudah mencapai tahapan di mana Anda telah memiliki bentuk tubuh yang diinginkan dengan berat badan sesuai harapan? Tampaknya Anda tidak menginginkan banyak tambahan bobot yang terjadi tidak ada kerugian atau keuntungan lebih banyak lemak otot. Jangan lekas puas dan langsung menghentikan masa berlatih Anda. Berikut adalah beberapa tips menjaga hidup sehat yang praktis untuk mulai memanaskan kembali mesin kebugaran yang telah terhenti.
Tetapkan tujuan dan harapan yang wajar. Hal ini mungkin tampak jelas, tetapi tidak untuk semua orang. Untuk wanita, Anda tidak bisa mendapatkan perut yang rata dalam bulan-bulan awal setelah melahirkan dan bagi pria, minum minuman keras selama 10 tahun tidak akan membuat Anda mendapatkan perut six-pack dengan cepat.
Membuat catatan kemajuan sehingga Anda tahu persis kapan berat badan Anda mulai hilang, ukuran otot meningkat atau bahkan pengurangan ukuran pinggang dimulai.
Gunakan timbangan yang layak dengan kemampuan untuk mengukur lemak tubuh. Jadi Anda benar-benar bisa mengatakan berapa banyak kemajuan Anda saat menghilangkan lemak dan membangun otot. Pakai timbangan elektronik yang menunjukkan berat badan plus massa lemak. Jika hal tersebut sulit, cobalah untuk pergi ke pusat kebugaran, klub kesehatan, institusi medis atau tempat umum yang menyediakan layanan tersebut.
Perhatikan pola makan dan gizi. Jauhkan karbohidrat dan lemak jenuh dari daftar menu Anda! Camkan kalimat ini dalam hati Anda, “Saya ingin tidak lebih dari 25 persen total lemak, dan tidak ada kue berlemak, gula halus, cola, biskuit, kue, permen dan sampah seperti itu lainnya. Saya ingin menyingkirkan itu, titik!” Bagi mereka yang ingin meningkatkan berat badan, camkan kalimat ini, “Saya ingin protein rendah lemak, terutama daging unggas, susu tanpa lemak, ikan seperti ikan tuna dan salmon, kacang dan banyak makan buah dan sayuran segar.“
Isi dan bebani otot. Untuk membentuk otot dan menghilangkan lemak Anda perlu membebani otot dengan cukup untuk menstimulan pertumbuhan otot. Ini berarti melatih semua kelompok otot setidaknya dua atau tiga kali seminggu.
Makan dan minum sesuai dengan latihan Anda. Menyesuaikan waktu makan dengan intensitas dan durasi latihan merupakan salah satu aspek yang paling penting dari setiap latihan, termasuk latihan beban.
Minum sekitar 20 gram protein seperti pada skim milk.
Minum minuman olahraga dengan karbohidrat jika Anda berolahraga selama lebih dari satu jam dengan intensitas tinggi.
Dalam waktu 30 menit latihan yang padat, makan atau minum 20 gram protein dengan setidaknya jumlah karbohidrat yang sama atau lebih jika latihan dengan durasi dan intensitas lebih panjang termasuk cardio.
Jangan berhemat pada karbohidrat jika Anda berlatih keras selama 4 hari atau lebih setiap minggu. Anda perlu protein untuk melindungi otot Anda dari kerusakan dan untuk menggantikan toko glikogen.
Istirahat dan pemulihan. Setiap 4 sampai 6 minggu, gunakan 1 minggu untuk berlatih lebih ringan di mana Anda melakukan sekitar setengah dari pelatihan normal Anda, atau pelatihan penuh dengan intensitas setengah. Hal ini bisa membuat tubuh dapat mengisi sendiri dan membangun otot yang lebih kuat.
Lakukan cardio. Beberapa pelatih beban dan binaragawan hidup dalam ketakutan bahwa latihan aerobik akan menunda atau bahkan menghambat pertumbuhan otot. Latihan aerobik yang baik untuk kesehatan Anda, dapat membakar kalori dan lemak dan bahkan dapat membantu dalam pertumbuhan otot. Melakukannya selama kurang dari 50 menit di intensitas rendah sampai sedang, tidak akan menimbulkan masalah bagi pertumbuhan otot. Bahkan, sesi cardio yang baik dapat membantu mengeluarkan otot-otot glikogen (glukosa), membangun kembali jaringan dengan faktor pertumbuhan baru, protein dan glukosa.
Coba perubahan intensitas. Jika Anda tidak mendapatkan hasil lebih jauh lagi setelah berbulan-bulan, cobalah perubahan. Tubuh merespon variasi intensitas dan program. Jika pembentukan otot dan kebugaran adalah tujuan Anda dan Anda merasa sedikit bosan, coba beralih dari 3 set 12 repetisi sampai 4 set untuk 8 repetisi, atau coba set piramida di mana Anda mengubah berat dan repetisi atas atau bawah untuk setiap set .
Rubah saat latihan. Keberhasilan yang satu ini tidak dijamin, tapi patut dicoba. Bio-ritme bisa berbeda untuk masing-masing orang dan hal ini dapat mempengaruhi cara Anda berlatih dan hasilnya. Misalnya, kortisol, hormon otot alamiah, tertinggi di pagi hari bagi kebanyakan orang. Pola-pola ini dapat bervariasi dari orang ke orang, jadi mungkin Anda bisa mendapatkan hasil yang lebih baik dari menemukan waktu pelatihan yang terbaik untuk Anda di pagi atau sore hari.
Banyak istirahat, relaksasi dan tidur dan tidak berlatih dengan berlebihan. Sekali lagi, ini tidak mungkin terdengar kritis tapi hormon stres seperti adrenalin, noradrenalin dan kortisol bisa menjadi malapetaka bagi perkembangan otot dan hilangnya lemak. Stres memproduksi katabolik atau menekan tubuh bagian dalam yang mengarah pada degradasi otot, dalam beberapa kasus penumpukan lemak, dan kerentanan terhadap infeksi. Over training dapat menciptakan lingkungan internal yang sama. Istirahat dan teruslah tumbuh menjadi kuat.
sumber : sehatplus.com
Tetapkan tujuan dan harapan yang wajar. Hal ini mungkin tampak jelas, tetapi tidak untuk semua orang. Untuk wanita, Anda tidak bisa mendapatkan perut yang rata dalam bulan-bulan awal setelah melahirkan dan bagi pria, minum minuman keras selama 10 tahun tidak akan membuat Anda mendapatkan perut six-pack dengan cepat.
Membuat catatan kemajuan sehingga Anda tahu persis kapan berat badan Anda mulai hilang, ukuran otot meningkat atau bahkan pengurangan ukuran pinggang dimulai.
Gunakan timbangan yang layak dengan kemampuan untuk mengukur lemak tubuh. Jadi Anda benar-benar bisa mengatakan berapa banyak kemajuan Anda saat menghilangkan lemak dan membangun otot. Pakai timbangan elektronik yang menunjukkan berat badan plus massa lemak. Jika hal tersebut sulit, cobalah untuk pergi ke pusat kebugaran, klub kesehatan, institusi medis atau tempat umum yang menyediakan layanan tersebut.
Perhatikan pola makan dan gizi. Jauhkan karbohidrat dan lemak jenuh dari daftar menu Anda! Camkan kalimat ini dalam hati Anda, “Saya ingin tidak lebih dari 25 persen total lemak, dan tidak ada kue berlemak, gula halus, cola, biskuit, kue, permen dan sampah seperti itu lainnya. Saya ingin menyingkirkan itu, titik!” Bagi mereka yang ingin meningkatkan berat badan, camkan kalimat ini, “Saya ingin protein rendah lemak, terutama daging unggas, susu tanpa lemak, ikan seperti ikan tuna dan salmon, kacang dan banyak makan buah dan sayuran segar.“
Isi dan bebani otot. Untuk membentuk otot dan menghilangkan lemak Anda perlu membebani otot dengan cukup untuk menstimulan pertumbuhan otot. Ini berarti melatih semua kelompok otot setidaknya dua atau tiga kali seminggu.
Makan dan minum sesuai dengan latihan Anda. Menyesuaikan waktu makan dengan intensitas dan durasi latihan merupakan salah satu aspek yang paling penting dari setiap latihan, termasuk latihan beban.
Minum sekitar 20 gram protein seperti pada skim milk.
Minum minuman olahraga dengan karbohidrat jika Anda berolahraga selama lebih dari satu jam dengan intensitas tinggi.
Dalam waktu 30 menit latihan yang padat, makan atau minum 20 gram protein dengan setidaknya jumlah karbohidrat yang sama atau lebih jika latihan dengan durasi dan intensitas lebih panjang termasuk cardio.
Jangan berhemat pada karbohidrat jika Anda berlatih keras selama 4 hari atau lebih setiap minggu. Anda perlu protein untuk melindungi otot Anda dari kerusakan dan untuk menggantikan toko glikogen.
Istirahat dan pemulihan. Setiap 4 sampai 6 minggu, gunakan 1 minggu untuk berlatih lebih ringan di mana Anda melakukan sekitar setengah dari pelatihan normal Anda, atau pelatihan penuh dengan intensitas setengah. Hal ini bisa membuat tubuh dapat mengisi sendiri dan membangun otot yang lebih kuat.
Lakukan cardio. Beberapa pelatih beban dan binaragawan hidup dalam ketakutan bahwa latihan aerobik akan menunda atau bahkan menghambat pertumbuhan otot. Latihan aerobik yang baik untuk kesehatan Anda, dapat membakar kalori dan lemak dan bahkan dapat membantu dalam pertumbuhan otot. Melakukannya selama kurang dari 50 menit di intensitas rendah sampai sedang, tidak akan menimbulkan masalah bagi pertumbuhan otot. Bahkan, sesi cardio yang baik dapat membantu mengeluarkan otot-otot glikogen (glukosa), membangun kembali jaringan dengan faktor pertumbuhan baru, protein dan glukosa.
Coba perubahan intensitas. Jika Anda tidak mendapatkan hasil lebih jauh lagi setelah berbulan-bulan, cobalah perubahan. Tubuh merespon variasi intensitas dan program. Jika pembentukan otot dan kebugaran adalah tujuan Anda dan Anda merasa sedikit bosan, coba beralih dari 3 set 12 repetisi sampai 4 set untuk 8 repetisi, atau coba set piramida di mana Anda mengubah berat dan repetisi atas atau bawah untuk setiap set .
Rubah saat latihan. Keberhasilan yang satu ini tidak dijamin, tapi patut dicoba. Bio-ritme bisa berbeda untuk masing-masing orang dan hal ini dapat mempengaruhi cara Anda berlatih dan hasilnya. Misalnya, kortisol, hormon otot alamiah, tertinggi di pagi hari bagi kebanyakan orang. Pola-pola ini dapat bervariasi dari orang ke orang, jadi mungkin Anda bisa mendapatkan hasil yang lebih baik dari menemukan waktu pelatihan yang terbaik untuk Anda di pagi atau sore hari.
Banyak istirahat, relaksasi dan tidur dan tidak berlatih dengan berlebihan. Sekali lagi, ini tidak mungkin terdengar kritis tapi hormon stres seperti adrenalin, noradrenalin dan kortisol bisa menjadi malapetaka bagi perkembangan otot dan hilangnya lemak. Stres memproduksi katabolik atau menekan tubuh bagian dalam yang mengarah pada degradasi otot, dalam beberapa kasus penumpukan lemak, dan kerentanan terhadap infeksi. Over training dapat menciptakan lingkungan internal yang sama. Istirahat dan teruslah tumbuh menjadi kuat.
sumber : sehatplus.com
Langganan:
Komentar (Atom)