Lain kali jika Anda memesan mie pangsit atau bahkan nasi timbel, pastikan kedua menu tersebut terbuat dari beras merah.
Beras merah sejatinya adalah hasil pencampuran dari gandum (whole grain) dengan beras putih yang telah disempurnakan dan dibersihkan dari kulit padi serta memiliki kandungan serat dan nutrisi yang tinggi. Beras merah juga memiliki indeks glikemik lebih rendah dari nasi putih, yang berarti tidak menyebabkan kadar glukosa darah meningkat dengan cepat.
Sebuah study baru dari para peneliti di Harvard melaporkan bahwa orang yang makan dua porsi atau lebih beras merah dalam seminggu mengurangi risiko terserang diabetes tipe 2 sekitar 10 persen dibandingkan dengan orang yang makan beras merah kurang dari sekali dalam sebulan. Dan orang-orang yang makan nasi putih secara teratur – lima kali atau lebih dalam seminggu – hampir 20 persen lebih mungkin untuk terserang diabetes tipe 2 dibandingkan mereka yang makan kurang dari sekali dalam sebulan.
Menurut sebuah analisis statistic, hanya dengan mengganti sepertiga porsi nasi putih dengan beras merah setiap hari dapat mengurangi risiko seseorang terserang diabetes tipe 2 sebesar 16 persen (satu porsi adalah setengah cangkir nasi).
Penelitian tersebut, yang dipublikasikan dalam The Archives of Internal Medicine dan menggunakan data dari studi kesehatan Harvard dan sebuah studi terpisah dari ekspertis kesehatan, bukanlah yang pertama yang merujuk makanan seperti beras putih sebagai biang kerok terjadinya diabetes tipe 2. Sebuah studi yang dilakukan tahun 2007 terhadap perempuan asal Cina di Shanghai menemukan fakta bahwa wanita paruh baya yang makan nasi putih dalam jumlah besar dan karbohidrat olahan lainnya mengalami peningkatan risiko diabetes dibandingkan dengan rekan-rekan mereka yang mengkonsumsi nasi putih dan karbohidrat dalam jumlah sedikit.
Namun studi di Harvard adalah salah satu yang pertama yang membedakan antara konsumsi beras merah dan beras putih di Amerika Serikat, di mana beras bukanlah makanan pokok dan relatif sedikit yang memakan, kata Dr Qi Sun, instruktur di kedokteran di Brigham and Women’s Hospital, yang berafiliasi dengan Harvard Medical School.
“Intinya adalah kita menunjukkan bukti bahwa peningkatan konsumsi beras putih – bahkan pada tingkat asupan yang rendah – masih terkait dengan peningkatan risiko,” kata Dr Sun, yang berada di Harvard School of Public Health pada saat penelitian dilakukan . “Anda benar-benar disarankan untuk mengganti nasi putih dengan beras merah atau makanan yang mengandung gandum lainnya dengan jumlah yang sama.”
Para ekspertis yang melakukan penelitian itu menganalisa konsumsi beras di antara 39.765 pria dan 57.463 wanita yang berpartisipasi dalam Health Professionals Follow-up Study dan Nurses Health Study I dan II, yang dibagi ke dalam tiga kelompok dengan rentang usia 26-87.
Mereka telah mengisi kuesioner frekuensi makanan ketika studi dimulai tahun 1984, 1986, dan 1991 dan mengupdate informasi diet mereka setiap empat tahun kemudian, hingga 2005 dan 2006. Mereka juga ditanya tentang sejarah medis mereka. Selama studi, lebih dari 10.000 peserta didiagnosa mengalami diabetes tipe 2.
Dr Sun mengatakan, ada banyak kemungkinan mengapa pemakan beras merah memiliki resiko terjangkit diabetes tipe 2 lebih rendah. Selain memiliki indeks glisemik lebih rendah dari beras putih, beras merah juga mengandung nutrisi penting seperti magnesium yang dilepaskan selama proses penyulingan dan mengandung lebih banyak serat. “Penelitian sebelumnya telah menemukan bahwa banyaknya nutrisi dalam makanan mampu melindungi tubuh dari diabetes,” tambah Dr. Sun.
sumber : sehatplus.com
Tidak ada komentar:
Posting Komentar