Apakah Pemanis Buatan Itu?
Pemanis buatan alias artificial sweeteners adalah bahan kimia atau senyawa natural yang menawarkan rasa manis layaknya gula tanpa jumlah kalori yang banyak. Karena pengganti ini lebih manis ketimbang gula, maka hanya butuh kuantitas yang lebih kecil untuk menghasilkan rasa manis yang sama. Beberapa produk yang dibuat dengan menggunakan pemanis buatan memiliki jumlah kalori lebih rendah dibanding produk yang dibuat dengan gula. Pemanis buatan kerap dipakai sebagai bagian dari program pengurangan berat badan alias program diet.
Orang yang menderita diabetes juga acap mengadopsi pemanis buatan. Pasalnya mereka tetap akan membuat makanan atau minuman terasa manis tanpa meningkatkan tingkat gula darah. Namun ingat, jika Anda adalah penderita diabetes, beberapa makanan yang mengandung pemanis buatan seperti sugar-free yogurt, masih tetap dapat meningkatkan tingkat gula darah sebab masih memiliki kandungan karbohidrat atau protein. Beberapa makanan dengan sematan “sugar-free” seperti sugar free cookies dan chocolates, mungkin memiliki kandungan pemanis semisal sorbitol atau mannitol, yang mengandung kalori dan dapat mendongkrak tingkat gula darah dalam tubuh Anda. Tidak hanya itu, makanan dengan embel-embel sugar free juga mengandung tepung yang juga dapat meningkatkan gula darah.
Sweet Choices
The Food and Drug Administration (FDA) Amerika Serikat, telah menyetujui beberapa pemanis buatan rendah kalori berikut untuk digunakan dalam berbagai jenis makanan. FDA juga telah membuat label “acceptable daily intake” (ADI) untuk masing-masing pemanis. Ini adalah jumlah maksimum yang masih aman digunakan untuk dicampurkan dalam berbagai makanan dan minuman.
| Artificial sweetener | ADI* | Estimated ADI equivalent** | OK for cooking? |
| Aspartame (NutraSweet, Equal) | 50 milligrams (mg) per kilogram (kg) | 18 to 19 cans of diet cola | No |
| Saccharin (Sweet’N Low, SugarTwin) | 5 mg per kg | 9 to 12 packets of sweetener | Yes |
| Acesulfame K (Sunett, Sweet One) | 15 mg per kg | 30 to 32 cans of diet lemon-lime soda*** | Yes |
| Sucralose (Splenda) | 5 mg per kg | 6 cans of diet cola*** | Yes |
- FDA mengatur batasan ADI per kilogram untuk harian berdasarkan berat tubuh
- Konsumsi produk untuk orang dengan berat rata-rata 68 kg
- Produk-produk tersebut biasanya mengandung lebih dari satu jenis pemanis buatan
Pemanis buatan biasanya menjadi subjek dari berbagai pokok bahasan, baik di media cetak atau di internet. Mereka kerap mengklaim bahwa pemanis buatan bisa mengakibatkan variasi gangguan kesehatan, termasuk kanker. Menurut the National Cancer Institute, belum ada bukti-bukti ilmiah bahwa pemanis buatan yang digunakan di AS bisa menyebabkan kanker.
Namun untuk orang yang terjangkit penyakit fenilketonuria atau Phenylketonuria – PKU (gangguan desakan autosomal genetis yang dikenali dengan kurangnya enzim fenilalanin hidroksilase (PAH). Enzim ini sangat penting dalam mengubah asam amino fenilalanina menjadi asam amino tirosina. Jika tubuh kekurangan PAH, fenilalanina akan mengumpul dan berubah menjadi fenilketon, yang bisa dideteksi dari urin. Jika dibiarkan, kondisi ini dapat menimbulkan masalah dalam perkembangan otak, menyebabkan fungsi mental menurun drastis dan serangan-serangan. Meski demikian, PKU merupakan salah satu dari sedikit penyakit genetis yang bisa dikendalikan melalui diet. Pasien yang diet rendah fenilalanina dan tinggi tirosina hampir dapat sembuh total), sebaiknya jangan menkonsumsi pemanis buatan. Bahkan, produk yang mengandung aspartame wajib menyematkan label warning PKU.
So, hanya dengan mengeyahkan gula dari kue dan coklat tidak berarti produk tersebut rendah kalori dan rendah lemak. Jika Anda makan dalam jumlah yang banyak, Anda masih dapat menerima asupan kalori dalam kadar tinggi dari yang Anda butuhkan, bisa jadi Anda juga tidak akan menerima asupan nutrisi yang dibutuhkan. Maka gunakan pemanis buatan dengan cermat.
sumber : sehatplus.com
Tidak ada komentar:
Posting Komentar